Kamis, 26 Januari 2012



Analisis Rasio Keuangan
Pengertian Rasio Keuangan
Rasio merupakan alat ukur yang digunakan perusahaan untuk mengenalisis laporan keuangan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Dengan menggunkan alat analisa berupa rasio keuangan dapat menjelaskan dan memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan dari suatu period eke periode berikutnya.
Analisis rasio keuangan adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap satu dengan lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu. Analisis rasio keuangan memungkinkan manajer keuangan meramalkan reaksi para calon investor dan kreditur serta dapat ditempuh untuk memperoleh tambahan dana. (Zaki Baridwan, 1997 :17)
Suatu rasio tidak memiliki arti dalam dirinya sendiri, melainkan harus diperbandingkan dengan rasio yang lain agar rasio tersebut menjadi lebih sempurna dan untuk melakukan analisis ini dapat dengan cara membandingkan prestasi suatu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui adanya kecenderungan selam periode tertentu, selain itu dapat pula dilakukan dengan membandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri itu sehingga dapat diketahui bagaimana keuangan dalam industri.
Dalam mengadakan interpretasi dan analisis laporan keuangan suatu perusahaan, seorang penganalisis memerlukan adanya ukuran atau yardstick tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis keuangan adalah rasio. Pengertian rasio sebenarnya hanyalah alat yang dinyatakan dalam “aritmatical terms” yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua macam data keuangan. Macamnya rasio banyak sekali, karena dapat dibuat menurut kebutuhan penganalisis.
Menurut Bambang Riyanto (1992 : 329), analisis rasio keuangan adalah proses penentuan operasi yang penting dan karakteristik keuangan dari sebuahperusahaan dari data akuntansi dan laporan keuangan. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan efisiensi kinerja dari manajer perusahaan yang diwujudkan dalam catatan keuangan dan laporan keuangan.
Dalam menggunakan analisis rasio keuangan pada dasarnya dapat melakukannya dengan dua macam perbandingan, yaitu :
• Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu yang telah lalu (histories ratio) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan dating dari perusahaan yang sama.
• Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan dengan rasio-rasio sejenis dari perusahaan yang lain yang sejenis.
Dengan demikian manfaat suatu angka rasio sepenuhnya tegantung kepada kemampuan / kecerdasan penganalisis data menginterprestasikan data yang bersangkutan.
Keuanggulan Dan Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio ini memiliki keuanggulan disbanding teknik analisis lainnya. Keuanggulan tersebut seperti diuraikan oleh Sofyan Syafii Harahap (1998 : 298) antara lain :
1. Rasio merupakan angka-angka dan ikhtisar statistic yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain
4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi.
5. Menstandarisir ukuran perusahaan
6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaandengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodic atau time series.
7. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan dating.
Disamping keunggulan yang dimiliki analisis rasio ini, teknik ini juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus disadari sewaktu penggunaannya agar kita tidak salah dalam penggunaannya.
Adapun keterbatasan analisis rasio menurut Sofyan Syofii Harahap (1998 : 298) ini antara lain :
a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya
b. Keterbatasan yang dimiliki laporan keuangan juga menjadi keterbatasan analisis ini seperti :
1. Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran yang dapat dinilai biasa atau objektif.
2. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dari rasio adalah nilai perolehan ( cost ) bukan harga pasar.
3. Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio.
4. Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh perusahaan yang berbeda.
c. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.
d. Jika data yang tersedia tidak sinkron maka akan kesulitan dalam menghitung rasio.
e. Jika dua atau lebih perusahaan dibandingkan teknik dan metode yang digunakan berbeda maka perbandingan dapat menimbulakn kesalahan.
Rasio keuangan merupakan alat yang sangat berguna, namun mempunyai beberapa keterbatasan dan harus digunakan dengan hati-hati. Rasio-rasio tersebut terbentuk dari penfsiran dengan cara menggabungkan beberapa rasio yang ada menjadi suatu model peramalan yang berarti yaitu model yang disebut analisis diskriminan. Analisis diskriminan ini menghasilkan suatu index yang memungkinkan penggolongan suatu observasi ke dalam satu kelompok yang telah ditetapkan terlebih dahulu, sehingga dengan model ini dapat diukur prospek sutu perusahaan.
Pemakai Rasio Keuangan
Analisis yang berbeda akan memilih jenis rasio yang berlainan, tergantung pada siapa yang menggunakan rasio tersebut. Menurut Budi Rahardjo (1992 : 12) menyatakan bahwa pengguna rasio keuangan dapat dibedakan menjadi :
a. Intern, yaitu manajemen itu sendiri untuk mengetahui perkembangan perusahaan maupun posisi relative terhadap perusahaan sejenis dlam industry yang sama.
b. Ekstern, yaitu dapat dibedakan menjadi :
1. Kreditur yang memberikan pinjaman kepada perusahaan yang dapat diklasifikasikan menjadi : krediturjangka pendek dan kreditur jangka panjang. Kreditur jangka pendek merupakan orang atau lembaga keuangan yang member pinjaman kepada perusahaan dalam jangka pendek atau yang pinjam akan segera jatuh tempo (tahun ini). Kreditur jangka pendek ini akan lebih menekankan pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau lebih tertarik pada likuiditas. Kreditur jangka panjang merupakan orang atau lembaga keuangan yang memberikan pinjaman jangka panjang atau memegang obligasi yang dikeluarkan perusahaan. Kreditur jangka panjang akan menekankan pada kelangsungan pembayaran bunga maupun pokok pinjaman. Mereka lebih menekannkan pada likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas.
2. Investor atau pemegang saham sebagai tambahan terhadap likuiditas. Penanam modal (pemilik perusahaan) juga memperhitungkan kebijakan perusahaan yang mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut di pasaran.
Penggunaan Rasio Keuangan
Pada dasarnya macam atau jumlah angka-angka rasio banyak sekali karena rasio dapat dibuat menurut kebutuhan penganalisis. Namun demikian angka-angka rasio yang pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua kelompok (Munawir, 1992 : 68), yaitu :
a. Penggolonagn berdasarkan sumber data
1. Rasio-rasio neraca (balance sheet rasio), yaitu rasio-rasio yang disususn dari data yang bersumber atau yang berasal dari neraca.
2. Rasio-rasio laporan laba rugi (income statement ratio), yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari laporan laba rugi.
3. Rasio-rasio antar laporan (intern statement ratio), yaitu rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data yang berasal dari laporan laba rugi.
b. Penggolongan berdasarkan tujuan penganalisis
1. Rasio likuiditas
2. Rasio solvabilitas
3. Rasio rentabilitas
4. Dan rasio lain yang sesuai dengan kebutuhan penganalisis
Menurut Mamduh M. Hanafi (1996 : 75) rasio keuangan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Rasio likuiditas, yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
2. Rasio aktivitas, yang menunjukkan sejauh mana efektivitas penggunaan aset dengan melihat tingkat aktivitas aset.
3. Rasio solvabilitas, mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio profitabilitas, melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Kesehatan Bank (Rasio CAMEL)
Rasio CAMEL adalah menggambarkan suatu hubungan atau perbandingan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. dengan analisis rasio dapat diperoleh gambaran baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu bank.
Pada tahun 1966. Beaver melaporkan sebuah studi yang membandingkan masing-masing rasio perusahaan bangkrut dengan perusahaan tidak bangkrut yang dilakukannya terhadap kondisi lima tahun sebelum kebangkrutan. Beaver menggunkan pendekatan univariate dimana kemampuan memprediksi kegagalan perusahaan dengan rasio-rasio yang dianalisa satu per satu.
Penelitian lanjutan yang memanfaatkan analisa rasio keuangan dalam memprediksi kegagalan perusahaan dilaporkan oleh Edward I Altman pada tahun 1968. Altman menggunkan metode Multiple Diskriminant Analysis dengan lima jenis rasio keuangan. Sampel yang digunakan 66 perusahaan yang terbagi dua masing-masing 33 perusahaan bangkrut dan 33 perusahaan yang tidak bangkrut. Dari hasil studinya, altman memperoleh model prediksi multiple Discriminan Analysis (MDA) sebagai berikut : X = 0,012 X1 + 0,014 X2 + 0,033 X3 + 0,006 X4 +0,99 X5 ; dimana X1 = Working Capital / total aset ; X2 = RE / Total Assets ; X3 = EBIT / Total Assets; X4 = Market Value of Equity / Book Value of Total Debt ; X5 = Sales / Total Assets dan X = Overall Index.
Hasil studi empiris Altman ternyata mampu memeperoleh tingkat ketepatan prediksi sebesar 95% untuk data satu tahun sebelum kebangkrutan. Untuk dua tahun sebelum kebangkrutan tingkat ketepatannya adalah 72%. Ketepatan model ini telah diujikan terhadap secondary sample (holdout sample) dari perusahaan yang bangkrut (n = 25) dengan tingkat keakuratan 96% dan untuk perusahaan yang tidak bangkrut (n = 66) dengan tingkat keakuratan 79%.
Penelitian lain yang menggunkan rasio-rasio yang merefleksikan CAMEL dilakukan juga oleh Whalen dan Thomson (1988). Dalam penelitian ini digunakan data keuangan untuk mengklasifikasikan bank yang bermasalah dan tidak bermasalah. Dengan teknik logit regression, construct dari modal digunakan untuk memprediksi perubahan rating CAMEL cukup akurat dalam penyusunan rating bank.
Penelitian di Indonesia yang menggunkan rasio keuangan umumnya diarahkan untuk memprediksi perkembangan laba perusahaan. Diantaranya adalah riset Machfoedz (1994) yang bertujuan menguji manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba perusahaan di masa mendatang. Metode yang digunakan untuk memilih rasio keuangan adalah prosedur MAXR. Untuk menguji hipotesis manfaat rasio keuangan yang digunakan dalam model bermanfaat untuk memprediksi laba lebih dari satu tahun. Selain itu studi ini jga menunjukkan bahwa perusahaan besar mempuntai komponen rasio yang berbeda dengan perusahaan kecil apabila rasio keuangan tersebut akan digunkan untuk memprediksi laba masa mendatang.
di mana kalian teman,,,
temanq,,, teman kunang-kunang,,,
kapan kita bisa berbagi ilmu bersama lagi,,,
berbagi dikala dimarah pak guru ndan ibu guruu,,,
ternyata buat tugas yang dikasi guru di sekolah lumayan sulit ya,,
aq dulu kebingungan nyari tugas sana dan sinii,,,
ampe aq harus pergi kewarnet,,
tapi ampe di warnet aq bingung,,,apa yang harus q carii,,
nahhh,, aq kan bantu kaliann,,kalau nyari tugas berkaitan dengan komputer kunjungi blog aq yaa


MODUL
BAB II
 ANALISA LAPORAN KEUANGAN
I.     DISKRIPSI MODUL
Modul ini menjelaskan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan  pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang.
Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

II.  KEGIATAN BELAJAR
a.    Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada bab I adalah pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu:
·           Mampu menjelaskan pentingnya ratio keuangan
·           Mampu menjelaskan jenis-jenis ratio keuangan
·           Mampu mengevaluasi laporan keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis ratio






b.      Uraian Materi
ANALISA LAPORAN KEUANGAN
A.      Arti Penting Analisis Laporan Keuangan
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengethaui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier
2. Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
3. Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
4. Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.
5. Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja

B. Jenis Laporan Keuangan
1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan Keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan
memberikan dasar, bersama dengan analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan (J. Fred Weston & Thomas E. Copeland, 1994: 24). Laporan keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu.

2. Jenis Laporan Keuangan

Ada banyak laporan keuangan yang dikeluarkan perusahaan, tetapi yang umum digunakan adalah : (1) Laporan Laba Rugi, (2) Neraca, (3) Laporan Perubahan Laba Ditahan, dan (4) Laporan Arus Kas. Berikut adalah penjelasan keempat laporan keuangan tersebut beserta contohnya:

A.      Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi merupakan laporan/ringkasan kegiatan operasi perusahaan selama satu periode, umumnya adalah satu tahun dan berakhir 31 Desember xx. Untuk kepentingan terbatas, misalnya pada perusahaan public, perusahaan dapat mengeluarkan laporan untuk 3 bulan, 6 bulan atau 9 bulan
Tabel 2-1 adalah laporan Laba Rugi PT Alpha Products untuk tahun 2003 dan 2002. Tahun 2003, penerimaan penjualan (Sales Revenue) adalah $6.000.000.000. Laba Kotor (Gross Profit) $2.400.000.000 diperoleh dari penjualan dikurangi harga pokok penjualan (cost of goods sold) dan merupakan jumlah yang digunakan untuk menutup biaya operasi, biaya financial dan pajak. Laba Operasi (Operating Profit) $ 567,500.000 diperoleh setelah laba Kotor dikurangi Biaya Operasi, berarti perusahaan sudah membayar biaya produksi dan biaya penjualan produk. Laba Operasi sering disebut Earning/Net Profit Before Interest and Taxes (EBIT) karena digunakan untuk membayar Biaya financial –yaitu pembayaran bunga pinjaman- dan membayar pajak. Laba operasi dikurangi pembayaran bunga diperoleh Laba sebelum Pajak –Earning Before tax/EBT, besarnya $391,600,000. Laba Bersih (Earning/Net Profit After Tax=EAT) $235.000.000 didapat setelah Laba sebelum pajak dikurangi pajak.
Laba bersih inilah yang menjadi hak/milik pemegang saham. Pembayaran dividen kepada pemegang saham preferen sebesar $8.000.000, menyisakan laba yang menjadi hak pemegang saham biasa, sebesar $227.000.000. Jika jumlah saham beredar 50 juta lembar, maka Laba per Lembar saham (Earning per Share –EPS) adalah $4,54.

Tabel 2-1
Alpha Products income Statement, for the years ending Dec 31, 2003 & 2002 ($millions)
2003
2002
Net Sales
$6,000.0
$5,700.0
Less: Cost of Goods Sold
$3,600.0
$3,534.0
Gross Profit
$2,400.0
$2,166.0
Less :Operating Expenses
$1,832.4
$1,640.0
Operating Profit (EBIT)
$567.6
$526.0
Less: Interest
$176.0
$120.0
Net Profit Before Taxes
$391.6
$406.0
Less: Taxes(40%)
$156.6
$162.4
Net Profit After Taxes
$235.0
$243.6
Less Preferred Stock Dividend
$8.0
$8.0
Earning available for commonstockholders
$227.0
$235.6
Earning per Share (50,000,000 shares)
$4.54
$4.71
Dividend per Share
                               $2.30
                           $2.12





B.     Neraca

Neraca merupakan ringkasan posisi kekayaan perusahaan pada saat tertentu. Neraca berisi asset/kekayaan yang dimiliki perusahaan dan sumber dana untuk membiayai asset tersebut, yang berasal dari pihak di luar perusahaan (disebut kewajiban/ liabilities) dan dari pemegang saham perusahaan (disebut modal/equity).
Aset terdiri dari current assets dan fixed assets. Pos-pos dalam current asset diharapkan dapat dicairkan menjadi kas dalam satu tahun. Liabilities terdiri dari current liabilities dan long term liabilities. Pos-pos dalam current liabilities diharapkan dapat dibayar/jatuh tempo dalam satu tahun. Fixed assets dan long term liabilities tetap berada dalam perusahaan untuk lebih dari satu tahun. Modal adalah sumber dana yang berasal dari pemilik perusahaan/pemegang saham dan memiliki umur tidak terbatas.




C.     Laporan Perubahan Laba Ditahan
Laporan Perubahan Laba Ditahan menunjukkan laba yang diperoleh perusahaan dan dividen yang dibayarkan selama satu periode sehingga menyebabkan perubahan laba ditahan.
Tabel 2-3 adalah Laporan Perubahan Laba Ditahan Alpha Products tahun 2003. Laba tahun berjalan sebesar $ 235 (juta) menambah saldo Laba Ditahan awal tahun. Pembayaran dividen saham preferen $8 (juta) dan saham biasa $115 (juta) mengurangi saldo Laba Ditahan. Pada akhir tahun, saldo Laba Ditahan menjadi $ 1,532 (juta).

Tabel 2-3 :
Alpha Products Statement of Retained Earning, Dec 31, 2003 ($millions)

Retained Earning Balance (Jan 1, 03)
$1,420
Plus: Net Profit After Taxes
(for 2003)
$235
Less Cash Dividend :
Preferred Stock
$8
Common Stock
$115
Total Dividend Paid
($123)
Retained Earning Balance (Dec 31, 03)
$1,532






D.    Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas merupakan ringkasan arus kas selama satu periode. Laporan ini menunjukkan perubahan arus kas yang terjadi karena kegiatan operasi, investasi dan financial sehingga posisi/saldo kas berubah.
Tabel 2-4 adalah Laporan Arus Kas Alpha Products tahun 2003. Pada tahun berjalan perusahaan menghasilkan kas dari kegiatan operasi sebesar ($5 juta). Kas yang berasal dari kegiatan investasi ($ 460 juta) dan kas yang berasal dari kegiatan financing/ pendanaan sebesar $325 juta. Dari sini terlihat bahwa perusahaan banyak menggunakan kas sehingga terjadi penurunan kas (nilai kas minus). Kegiatan financing yang ada tidak mencukupi dan tidak dapat menutup kebutuhan kas sehingga terjadi penurunan kas (net decrease in cash and marketable securities).


Tabel 2-4 :
Alpha Products Statement of Cash Flows for 2003 ($millions)
Operating Activities :
        Net Income
$235
  Additions (Sources of Cash)
       Depreciation
$200
       Increase in Account Payables
$60
       Increase in Accruals
$20
  Subtractions (uses of Cash)
      Increase in Account Receivables
($120)
      Increase in Inventories
($400)
   Net Cash Provided by Operating Activities
($5)
Investment Activities :
   Cash used to acquired fixed assets
($460)
Financing Activities :
  Increase in Notes Payable
$100
  Increase in Bonds
$348
  Dividend Payment
($123)
Net Cash Provided by Financing Activities
$325
Net Decrease in cash and marketable securities
($140)




3. Analisa Rasio Keuangan
1. Jenis Analisis Rasio Keuangan
Analisis laporan keuangan yang banyak digunakan adalah analisis tentang rasio keuangan. Berdasarkan sumber analisis, rasio keuangan dapat dibedakan menjadi :
a. Perbandingan Internal (Time Series Analysis) yaitu membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode lainnya.
b. Perbandingan Eksternal (Cross Sectional Approach) yaitu membandingkan rasiorasio antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya yang sejenis pada saat yang bersamaan atau membandingkannya dengan rasio rata-rata industri pada saat yang sama.
Jenis rasio laporan keuangan, biasanya dikelompokkan ke dalam empat kelompok rasio, (R. Agus Sartono, 1998), yaitu :
1). Liquidity Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk  memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya.
Liquidity Ratio yang umum digunakan antara lain :
a). Current Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan likuiditas (solvabilitas jangka pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.
Formulasinya :
Current Ratio =  
b). Quick Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid.
Formulasinya :
Quick Ratio =

2). Activity Ratio merupakan alat ukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya - sumber dayanya. Rasio - rasio ini antara lain:
a). Receivable Turn Over
Receivable turnover =

b). Periode Pengumpulan Piutang

Average collection period =

c) Inventory Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam suatu periode tertentu. Formulasinya :
Inventory Turnover =  
d) Average days in inventory =


e) Total Assets Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan. Formulasinya :
Total Assets Turnover =
3). Leverage Ratio yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang..Rasio -rasio ini antara lain :
a). Debt To Total Assets Ratio, yaitu rasio yang menghitung berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang. Formulasinya :
Debt To Total Assets Ratio =
b). Time Interest Earned Ratio, yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga. Formulasinya
Time interest earned ratio:=  
4). Profitability Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio - rasio ini antara lain :
Gross profit margin =  
Operating profit margin =
Net profit margin =
Return on assets =
Return on equity =
5) Market Value Ratios
a. Dividend payout ratio =
b. Dividend yield =
c. Earning per-share =
d. Price earning ratio =
e. Price book value ratio =
2. Evaluasi Rasio-rasio Keuangan
Evaluasi Rasio-rasio Keuangan
• Liquidity Ratios
Current ratio Naik       Membaik
Quick ratio Naik         Membaik
Cash ratio Naik           Membaik
• Leverage Ratios
Debt to total assets ratio Naik            Memburuk
Debt to equity ratio Naik                    Memburuk
Long-term debt to equity ratio Naik   Memburuk
Time interest earned ratio Naik           Membaik
• Activity Ratios
Receivable turnover Naik                   Membaik
Average collection period Naik          Memburuk
Inventory turnover Naik Membaik
Average days in inventory Naik         Memburuk
Assets turnover Naik                          Membaik
Profitability Ratios
Gross profit margin Naik                    Membaik
Operating profit margin Naik                         Membaik
Net profit margin Naik                       Membaik
Return on assets Naik                                     Membaik
Return on equity Naik                        Membaik
Market Value Ratios
Dividend payout ratio Naik                Mambaik
Dividend yield Naik                           Membaik
Earning per-share Naik                       Membaik
Price earning ratio Naik                     Memburuk
Price book value Naik                         Memburuk


Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
1.    Perbedaan metode akuntansi yang dipakai untuk menyusun laporan keuangan.
2.    Penjualan perusahaan yang bersifat musiman.
3.    Kesulitan untuk menentukan jenis industri apabila perusahaan mempunyai berbagai lini produk.
4.    Perusahaan dapat melakukan “window dressing”

c.    Tugas Belajar
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan anda mengerjakan latihan berikut ini !
1)        Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan?
2)        Sebutkan jenis-jenis laporan keuangan?
3)         Apa tujuan dilakukannya analisa rasio?
4)         Apa perbedaan antara analisa cross-section dengan analisa time series?
5)        Sebutkan aspek-aspek yang dilihat dalam analisa rasio?
6)        Apa perbedaan penggunaan antara current ratio dengan quick ratio?
7)        Informasi tambahan lain apa yang dibutuhkan dalam menilai Average Collection Period?
8)        Informasi tambahan lain apa yang dibutuhkan dalam menilai Average Payment Period?
9.    Laporan keuangan P.T. Cincin Selogam untuk tahun 2004 dan 2005 diberikan sebagai berikut:









Balance Sheet

Income Statement for 2005
ASSETS
2004
2005
Sales
900
Cash
150
200
Cost of goods sold
200
Accounts receivable (Piutang)
300
600
Gross margin
700
Inventory
700
600
Operating expenses
Total current assets
1,150
1,400
Selling expense
100



Administrative expenses
150
Plant & Equipment
700
900
Depreciation expenses
50
Less: Accumulated Depreciation
(150)
(200)
Total expenses
300
Net fixed assets
550
700
Net Income
400





Long-term investment
400
300
Statement of Retained earnings
Total assets
2,100
2,400
Saldo awal retained earnings
400



Plus: Net income 2005
400
LIABILITIES & EQUITY


Jumlah
800
Accounts payable (Hutang dagang)
400
800
Minus: Dividend yang dibayarkan
200
Taxes payable (Hutang pajak)
100
50
Retained earnings 2005
600

500
850






Pertanyaan
Buatlah laporan sumber dan penggunaan dana dalam arti uang kas,dan persentasenya
Tariklah kesimpulan dari laporan diatas

Long-term debt (Obligasi)
500
150



Total Liabilities





Common stock
700
800
Retained earnings
400
600
Total Equity
1,100
1,400



Total liabilities & Equity
2,100
2,400



10.    Sebuah perusahaan memberikan data keuangan sebagai berikut:
       Cash             $ 150        Net Income           $ 150        Average collection period       30 hari
      Fixed assets    1,460     Quick ratio               2.5 X       Return on equity                     12 %
      Sales               3,600     Current ratio             3.0  X

Struktur dana perusahaan tidak memiliki preferred stock, hanya common equity, current liabilities, dan long-term debt. Perhitungan menggunakan angka 360 untuk jumlah hari setahun. Hitung besarnya piutang (accounts receivable), hutang lancar (current liabilities), current assets, total assets, return on assets sebagai ratio net income to total assets, common equity (modal pemilik), dan hutang jangka panjang (long-term debt).

11.    Untuk analisa ratio keuangan berikut, isikan kolom ‘Trend’ apakah ratio keuangan tersebut “Membaik” atau “Memburuk”. Isikan pula angka ROE (return on equity).
Financial Ratio
2003
2004
2005
2006
Trend
Current ratio
1.90
2.01
2.64
2.71

Receivable turnover
12.05
12.31
12.42
12.45

Inventory turn-over
15 x
16 x
17 x
18 x

Total assets turn-over
2.71
2.78
2.91
3.13

Times interest-earned
11.8
12.9
13.0
13.6

Average Collection period
30.3
30.0
29.1
27.6

Fixed asset turn over
5.47
5.21
5.03
4.80

Gross profit margin
46.88%
46.00%
43%
40.9%

Net profit margin
6%
7%
8%
8.5%

Total asset to equity ratio
2.0
2.3
2.4
2.5

ROE
…….
……
…….
…….





12.  Analisa ratio keuangan berikut membandingkan kinerja keuangan PT X dengan peer groupnya di industri yang sama. Isikan kolom ‘Kinerja PT X’ apakah ratio keuangannya tersebut “Baik” atau “Buruk”. Isikan pula angka ROE (return on equity).
     Ratio Keuangan
Kinerja Tahun 2006

Kinerja Keuangan PT X
PT X
Industry
Current ratio
1.71
2.51

Receivable turnover
12.45
9.45

Inventory turn-over
16 x
18 x

Total assets turn-over
3.13
3.13

Times interest-earned
7.6
10.6

Average Collection period
27.6
27.6

Fixed asset turn over
6.80
4.80

Gross profit margin
40.9%
50.9%

Net profit margin
8.5%
8.5%

Total asset to equity ratio
2.5
1.5

ROE
…….
…….












13.  Ringkasan laporan keuangan PT Lautan Luas adalah sebagai berikut:
Neracan (2005)

Laba rugi (2005)
Hitung ratio-ratio keuangan berikut
1.   Current ratio
2.   Quick ratio
3.   Times interest earned
4.   Average collection period
5.   Inventory turn-over
14.Operating profit margin
15.Net profit margin
16.Total assets turn-over
17.Debt equity ratio
18.Return on assets
19.Return on equity

Kas
8,000

Penjualan (all credit)
112,000
Piutang
12,500

Harga pokok penjualan
62,000
Persediaan
25,000

Laba kotor
50,000
Aktiva lancer
45,500

Biaya operasi
38,000
Aktiva tetap bersih
60,000

EBIT
12,000
Total Aktiva
105,500

Biaya bunga
4,000



Laba sebelum pajak
8,000
Hutang dagang
10,500

Pajak 30%
2,400
Biaya yg hrs dibayar
12,000

Laba bersih
5,600
Hutang lancer
22,500



Hutang jk panjang
28,000



Saham biasa
20,000



Laba ditahan
35,000




105,500




Tugas belajar 2
Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa alternatif jawaban yang disediakan !

1) Laporan tahunan yang dikeluarkan perusahaan kepada masyarakat/investor pada umumnya sebagai berikut KECUALI :

A. Cash Budget

B. Income Statement

C. Statement of Cashflow

D. Statement of Retained Earning

2) PT R2BD memiliki operating profit $200,000, Pajak $34,000, Biaya Bunga $68,000 dan dividen saham preferen $10,000. Net Profit After Taxes adalah:

A. $166,000

B. $132,000

C. $98,000

D. $88,000

3. Analisa …………….dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan perusahaan berbeda pada waktu yang sama.

A. Time-series

B. Cross-Sectional

C. Marginal

D. Quantitative

4.        Rasio…………..mengukur efektifitas penggunaan asset untuk menghasilkan pendapatan.

A. Likuiditas

B. Aktifitas

C. Hutang

D. Profitabilitas

5.        PT R2BD memberikan credit term 60 hari kepada pelanggannya. ACP akan termasuk buruk jika pelanggan membayar dalam :

A. 30 hari

B. 40 hari

C. 61 hari

D. 80 hari

6.        Jika perusahaan memiliki TATO lebih rendah dari industri, sedangkan Current Ratio berada disekitar industri, maka perusahaan dikatakan memiliki kelebihan :

A. Fixed Asset

B. Current Asset

C. Inventory

D. Account Receivable

7.              Laporan keuangan yang menunjukkan harta perusahaan pada suatu saat adalah:

A. Income Statement

B. Balance Sheet

C. Statement of Cshflow

D. Statement of Retained Earning