Kamis, 26 Januari 2012
Analisis Rasio Keuangan
Pengertian Rasio Keuangan
Rasio merupakan alat ukur yang
digunakan perusahaan untuk mengenalisis laporan keuangan. Rasio menggambarkan
suatu hubungan atau pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah
yang lain. Dengan menggunkan alat analisa berupa rasio keuangan dapat
menjelaskan dan memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau
buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan dari suatu period eke
periode berikutnya.
Analisis rasio keuangan adalah
analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap
satu dengan lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta
penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu. Analisis rasio keuangan
memungkinkan manajer keuangan meramalkan reaksi para calon investor dan
kreditur serta dapat ditempuh untuk memperoleh tambahan dana. (Zaki Baridwan,
1997 :17)
Suatu rasio tidak memiliki arti dalam dirinya sendiri, melainkan harus diperbandingkan dengan rasio yang lain agar rasio tersebut menjadi lebih sempurna dan untuk melakukan analisis ini dapat dengan cara membandingkan prestasi suatu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui adanya kecenderungan selam periode tertentu, selain itu dapat pula dilakukan dengan membandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri itu sehingga dapat diketahui bagaimana keuangan dalam industri.
Suatu rasio tidak memiliki arti dalam dirinya sendiri, melainkan harus diperbandingkan dengan rasio yang lain agar rasio tersebut menjadi lebih sempurna dan untuk melakukan analisis ini dapat dengan cara membandingkan prestasi suatu periode dengan periode sebelumnya sehingga diketahui adanya kecenderungan selam periode tertentu, selain itu dapat pula dilakukan dengan membandingkan dengan perusahaan sejenis dalam industri itu sehingga dapat diketahui bagaimana keuangan dalam industri.
Dalam mengadakan interpretasi dan
analisis laporan keuangan suatu perusahaan, seorang penganalisis memerlukan
adanya ukuran atau yardstick tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam
analisis keuangan adalah rasio. Pengertian rasio sebenarnya hanyalah alat yang
dinyatakan dalam “aritmatical terms” yang dapat digunakan untuk menjelaskan
hubungan antara dua macam data keuangan. Macamnya rasio banyak sekali, karena
dapat dibuat menurut kebutuhan penganalisis.
Menurut Bambang Riyanto (1992 :
329), analisis rasio keuangan adalah proses penentuan operasi yang penting dan
karakteristik keuangan dari sebuahperusahaan dari data akuntansi dan laporan
keuangan. Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan efisiensi kinerja
dari manajer perusahaan yang diwujudkan dalam catatan keuangan dan laporan
keuangan.
Dalam menggunakan analisis rasio
keuangan pada dasarnya dapat melakukannya dengan dua macam perbandingan, yaitu
:
• Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu yang telah lalu (histories ratio) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan dating dari perusahaan yang sama.
• Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan dengan rasio-rasio sejenis dari perusahaan yang lain yang sejenis.
Dengan demikian manfaat suatu angka rasio sepenuhnya tegantung kepada kemampuan / kecerdasan penganalisis data menginterprestasikan data yang bersangkutan.
• Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio dari waktu yang telah lalu (histories ratio) atau dengan rasio-rasio yang diperkirakan untuk waktu yang akan dating dari perusahaan yang sama.
• Membandingkan rasio-rasio dari suatu perusahaan dengan rasio-rasio sejenis dari perusahaan yang lain yang sejenis.
Dengan demikian manfaat suatu angka rasio sepenuhnya tegantung kepada kemampuan / kecerdasan penganalisis data menginterprestasikan data yang bersangkutan.
Keuanggulan Dan Keterbatasan
Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio ini memiliki
keuanggulan disbanding teknik analisis lainnya. Keuanggulan tersebut seperti
diuraikan oleh Sofyan Syafii Harahap (1998 : 298) antara lain :
1. Rasio merupakan angka-angka dan ikhtisar statistic yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain
4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi.
5. Menstandarisir ukuran perusahaan
6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaandengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodic atau time series.
7. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan dating.
1. Rasio merupakan angka-angka dan ikhtisar statistic yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
2. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
3. Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain
4. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi.
5. Menstandarisir ukuran perusahaan
6. Lebih mudah memperbandingkan perusahaandengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodic atau time series.
7. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan dating.
Disamping keunggulan yang dimiliki
analisis rasio ini, teknik ini juga memiliki beberapa keterbatasan yang harus
disadari sewaktu penggunaannya agar kita tidak salah dalam penggunaannya.
Adapun keterbatasan analisis rasio
menurut Sofyan Syofii Harahap (1998 : 298) ini antara lain :
a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya
b. Keterbatasan yang dimiliki laporan keuangan juga menjadi keterbatasan analisis ini seperti :
1. Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran yang dapat dinilai biasa atau objektif.
2. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dari rasio adalah nilai perolehan ( cost ) bukan harga pasar.
3. Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio.
4. Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh perusahaan yang berbeda.
c. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.
d. Jika data yang tersedia tidak sinkron maka akan kesulitan dalam menghitung rasio.
e. Jika dua atau lebih perusahaan dibandingkan teknik dan metode yang digunakan berbeda maka perbandingan dapat menimbulakn kesalahan.
a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya
b. Keterbatasan yang dimiliki laporan keuangan juga menjadi keterbatasan analisis ini seperti :
1. Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran yang dapat dinilai biasa atau objektif.
2. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dari rasio adalah nilai perolehan ( cost ) bukan harga pasar.
3. Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa berdampak pada angka rasio.
4. Metode pencatatan yang tergambar dalam standar akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh perusahaan yang berbeda.
c. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.
d. Jika data yang tersedia tidak sinkron maka akan kesulitan dalam menghitung rasio.
e. Jika dua atau lebih perusahaan dibandingkan teknik dan metode yang digunakan berbeda maka perbandingan dapat menimbulakn kesalahan.
Rasio keuangan merupakan alat yang
sangat berguna, namun mempunyai beberapa keterbatasan dan harus digunakan
dengan hati-hati. Rasio-rasio tersebut terbentuk dari penfsiran dengan cara
menggabungkan beberapa rasio yang ada menjadi suatu model peramalan yang
berarti yaitu model yang disebut analisis diskriminan. Analisis diskriminan ini
menghasilkan suatu index yang memungkinkan penggolongan suatu observasi ke
dalam satu kelompok yang telah ditetapkan terlebih dahulu, sehingga dengan
model ini dapat diukur prospek sutu perusahaan.
Pemakai Rasio Keuangan
Analisis yang berbeda akan memilih
jenis rasio yang berlainan, tergantung pada siapa yang menggunakan rasio
tersebut. Menurut Budi Rahardjo (1992 : 12) menyatakan bahwa pengguna rasio
keuangan dapat dibedakan menjadi :
a. Intern, yaitu manajemen itu sendiri untuk mengetahui perkembangan perusahaan maupun posisi relative terhadap perusahaan sejenis dlam industry yang sama.
a. Intern, yaitu manajemen itu sendiri untuk mengetahui perkembangan perusahaan maupun posisi relative terhadap perusahaan sejenis dlam industry yang sama.
b. Ekstern, yaitu dapat dibedakan
menjadi :
1. Kreditur yang memberikan pinjaman kepada perusahaan yang dapat diklasifikasikan menjadi : krediturjangka pendek dan kreditur jangka panjang. Kreditur jangka pendek merupakan orang atau lembaga keuangan yang member pinjaman kepada perusahaan dalam jangka pendek atau yang pinjam akan segera jatuh tempo (tahun ini). Kreditur jangka pendek ini akan lebih menekankan pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau lebih tertarik pada likuiditas. Kreditur jangka panjang merupakan orang atau lembaga keuangan yang memberikan pinjaman jangka panjang atau memegang obligasi yang dikeluarkan perusahaan. Kreditur jangka panjang akan menekankan pada kelangsungan pembayaran bunga maupun pokok pinjaman. Mereka lebih menekannkan pada likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas.
2. Investor atau pemegang saham sebagai tambahan terhadap likuiditas. Penanam modal (pemilik perusahaan) juga memperhitungkan kebijakan perusahaan yang mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut di pasaran.
1. Kreditur yang memberikan pinjaman kepada perusahaan yang dapat diklasifikasikan menjadi : krediturjangka pendek dan kreditur jangka panjang. Kreditur jangka pendek merupakan orang atau lembaga keuangan yang member pinjaman kepada perusahaan dalam jangka pendek atau yang pinjam akan segera jatuh tempo (tahun ini). Kreditur jangka pendek ini akan lebih menekankan pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau lebih tertarik pada likuiditas. Kreditur jangka panjang merupakan orang atau lembaga keuangan yang memberikan pinjaman jangka panjang atau memegang obligasi yang dikeluarkan perusahaan. Kreditur jangka panjang akan menekankan pada kelangsungan pembayaran bunga maupun pokok pinjaman. Mereka lebih menekannkan pada likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas.
2. Investor atau pemegang saham sebagai tambahan terhadap likuiditas. Penanam modal (pemilik perusahaan) juga memperhitungkan kebijakan perusahaan yang mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut di pasaran.
Penggunaan Rasio Keuangan
Pada dasarnya macam atau jumlah
angka-angka rasio banyak sekali karena rasio dapat dibuat menurut kebutuhan
penganalisis. Namun demikian angka-angka rasio yang pada dasarnya dapat
digolongkan menjadi dua kelompok (Munawir, 1992 : 68), yaitu :
a. Penggolonagn berdasarkan sumber
data
1. Rasio-rasio neraca (balance sheet rasio), yaitu rasio-rasio yang disususn dari data yang bersumber atau yang berasal dari neraca.
2. Rasio-rasio laporan laba rugi (income statement ratio), yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari laporan laba rugi.
3. Rasio-rasio antar laporan (intern statement ratio), yaitu rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data yang berasal dari laporan laba rugi.
b. Penggolongan berdasarkan tujuan penganalisis
1. Rasio likuiditas
2. Rasio solvabilitas
3. Rasio rentabilitas
4. Dan rasio lain yang sesuai dengan kebutuhan penganalisis
1. Rasio-rasio neraca (balance sheet rasio), yaitu rasio-rasio yang disususn dari data yang bersumber atau yang berasal dari neraca.
2. Rasio-rasio laporan laba rugi (income statement ratio), yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari laporan laba rugi.
3. Rasio-rasio antar laporan (intern statement ratio), yaitu rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data yang berasal dari laporan laba rugi.
b. Penggolongan berdasarkan tujuan penganalisis
1. Rasio likuiditas
2. Rasio solvabilitas
3. Rasio rentabilitas
4. Dan rasio lain yang sesuai dengan kebutuhan penganalisis
Menurut Mamduh M. Hanafi (1996 : 75)
rasio keuangan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Rasio likuiditas, yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
2. Rasio aktivitas, yang menunjukkan sejauh mana efektivitas penggunaan aset dengan melihat tingkat aktivitas aset.
3. Rasio solvabilitas, mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio profitabilitas, melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
1. Rasio likuiditas, yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
2. Rasio aktivitas, yang menunjukkan sejauh mana efektivitas penggunaan aset dengan melihat tingkat aktivitas aset.
3. Rasio solvabilitas, mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio profitabilitas, melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
Kesehatan Bank (Rasio CAMEL)
Rasio CAMEL adalah menggambarkan suatu hubungan atau perbandingan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. dengan analisis rasio dapat diperoleh gambaran baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu bank.
Rasio CAMEL adalah menggambarkan suatu hubungan atau perbandingan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. dengan analisis rasio dapat diperoleh gambaran baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu bank.
Pada tahun 1966. Beaver melaporkan
sebuah studi yang membandingkan masing-masing rasio perusahaan bangkrut dengan
perusahaan tidak bangkrut yang dilakukannya terhadap kondisi lima tahun sebelum
kebangkrutan. Beaver menggunkan pendekatan univariate dimana kemampuan
memprediksi kegagalan perusahaan dengan rasio-rasio yang dianalisa satu per
satu.
Penelitian lanjutan yang
memanfaatkan analisa rasio keuangan dalam memprediksi kegagalan perusahaan
dilaporkan oleh Edward I Altman pada tahun 1968. Altman menggunkan metode
Multiple Diskriminant Analysis dengan lima jenis rasio keuangan. Sampel yang
digunakan 66 perusahaan yang terbagi dua masing-masing 33 perusahaan bangkrut
dan 33 perusahaan yang tidak bangkrut. Dari hasil studinya, altman memperoleh
model prediksi multiple Discriminan Analysis (MDA) sebagai berikut : X = 0,012
X1 + 0,014 X2 + 0,033 X3 + 0,006 X4 +0,99 X5 ; dimana X1 = Working Capital /
total aset ; X2 = RE / Total Assets ; X3 = EBIT / Total Assets; X4 = Market
Value of Equity / Book Value of Total Debt ; X5 = Sales / Total Assets dan X =
Overall Index.
Hasil studi empiris Altman ternyata
mampu memeperoleh tingkat ketepatan prediksi sebesar 95% untuk data satu tahun
sebelum kebangkrutan. Untuk dua tahun sebelum kebangkrutan tingkat ketepatannya
adalah 72%. Ketepatan model ini telah diujikan terhadap secondary sample
(holdout sample) dari perusahaan yang bangkrut (n = 25) dengan tingkat
keakuratan 96% dan untuk perusahaan yang tidak bangkrut (n = 66) dengan tingkat
keakuratan 79%.
Penelitian lain yang menggunkan rasio-rasio yang merefleksikan CAMEL dilakukan juga oleh Whalen dan Thomson (1988). Dalam penelitian ini digunakan data keuangan untuk mengklasifikasikan bank yang bermasalah dan tidak bermasalah. Dengan teknik logit regression, construct dari modal digunakan untuk memprediksi perubahan rating CAMEL cukup akurat dalam penyusunan rating bank.
Penelitian lain yang menggunkan rasio-rasio yang merefleksikan CAMEL dilakukan juga oleh Whalen dan Thomson (1988). Dalam penelitian ini digunakan data keuangan untuk mengklasifikasikan bank yang bermasalah dan tidak bermasalah. Dengan teknik logit regression, construct dari modal digunakan untuk memprediksi perubahan rating CAMEL cukup akurat dalam penyusunan rating bank.
Penelitian di Indonesia yang
menggunkan rasio keuangan umumnya diarahkan untuk memprediksi perkembangan laba
perusahaan. Diantaranya adalah riset Machfoedz (1994) yang bertujuan menguji
manfaat rasio keuangan dalam memprediksi perubahan laba perusahaan di masa
mendatang. Metode yang digunakan untuk memilih rasio keuangan adalah prosedur
MAXR. Untuk menguji hipotesis manfaat rasio keuangan yang digunakan dalam model
bermanfaat untuk memprediksi laba lebih dari satu tahun. Selain itu studi ini
jga menunjukkan bahwa perusahaan besar mempuntai komponen rasio yang berbeda
dengan perusahaan kecil apabila rasio keuangan tersebut akan digunkan untuk
memprediksi laba masa mendatang.
ternyata buat tugas yang dikasi guru di sekolah lumayan sulit ya,,
aq dulu kebingungan nyari tugas sana dan sinii,,,
ampe aq harus pergi kewarnet,,
tapi ampe di warnet aq bingung,,,apa yang harus q carii,,
nahhh,, aq kan bantu kaliann,,kalau nyari tugas berkaitan dengan komputer kunjungi blog aq yaa
aq dulu kebingungan nyari tugas sana dan sinii,,,
ampe aq harus pergi kewarnet,,
tapi ampe di warnet aq bingung,,,apa yang harus q carii,,
nahhh,, aq kan bantu kaliann,,kalau nyari tugas berkaitan dengan komputer kunjungi blog aq yaa
|
MODUL
BAB II
|
I. DISKRIPSI
MODUL
Modul
ini menjelaskan Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat
profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu
perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis
kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai
prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang.
Laporan
keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan
yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu
perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk
menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan
sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah,
bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
II. KEGIATAN
BELAJAR
a. Tujuan
Pembelajaran
Tujuan pembelajaran pada bab
I adalah pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu:
·
Mampu
menjelaskan pentingnya ratio keuangan
·
Mampu
menjelaskan jenis-jenis ratio keuangan
·
Mampu
mengevaluasi laporan keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis ratio
b. Uraian
Materi
ANALISA LAPORAN KEUANGAN
A. Arti
Penting Analisis Laporan Keuangan
Analisis
terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengethaui
tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu
perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis
kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi
manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang. Laporan keuangan yang
disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai
hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu
tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi
informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk
berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen
sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Arti penting analisis laporan keuangan
adalah sebagai berikut:
1. Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi
kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier
2. Bagi pemegang saham: untuk mengetahui
kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
3. Bagi kreditor: untuk mengetahui
kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
4. Bagi pemerintah: pajak, persetujuan
untuk go public.
5. Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai,
kualitas hidup, keamanan kerja
B.
Jenis Laporan Keuangan
1. Pengertian
Laporan Keuangan
Laporan
Keuangan juga melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan
memberikan dasar, bersama dengan analisis
bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan (J. Fred Weston & Thomas E.
Copeland, 1994:
24). Laporan keuangan adalah laporan yang memuat hasil-hasil perhitungan dari
proses akuntansi yang menunjukkan kinerja keuangan suatu perusahaan pada suatu
saat tertentu.
2. Jenis Laporan
Keuangan
Ada banyak laporan keuangan
yang dikeluarkan perusahaan, tetapi yang umum digunakan adalah : (1) Laporan
Laba Rugi, (2) Neraca, (3) Laporan Perubahan Laba Ditahan, dan (4) Laporan Arus
Kas. Berikut adalah penjelasan keempat laporan keuangan tersebut beserta
contohnya:
A.
Laporan
Laba Rugi
Laporan Laba Rugi merupakan
laporan/ringkasan kegiatan operasi perusahaan selama satu periode, umumnya
adalah satu tahun dan berakhir 31 Desember xx. Untuk kepentingan terbatas,
misalnya pada perusahaan public, perusahaan dapat mengeluarkan laporan untuk 3
bulan, 6 bulan atau 9 bulan
Tabel 2-1 adalah laporan
Laba Rugi PT Alpha Products untuk tahun 2003 dan 2002. Tahun 2003, penerimaan
penjualan (Sales Revenue) adalah $6.000.000.000. Laba Kotor (Gross Profit) $2.400.000.000 diperoleh
dari penjualan dikurangi harga pokok penjualan (cost of goods sold) dan merupakan jumlah yang digunakan untuk
menutup biaya operasi, biaya financial dan pajak. Laba Operasi (Operating Profit) $ 567,500.000
diperoleh setelah laba Kotor dikurangi Biaya Operasi, berarti perusahaan sudah
membayar biaya produksi dan biaya penjualan produk. Laba Operasi sering disebut
Earning/Net Profit Before Interest and Taxes (EBIT) karena digunakan untuk
membayar Biaya financial –yaitu pembayaran bunga pinjaman- dan membayar pajak.
Laba operasi dikurangi pembayaran bunga diperoleh Laba sebelum Pajak –Earning Before tax/EBT, besarnya
$391,600,000. Laba Bersih (Earning/Net
Profit After Tax=EAT) $235.000.000 didapat setelah Laba sebelum pajak
dikurangi pajak.
Laba bersih inilah yang
menjadi hak/milik pemegang saham. Pembayaran dividen kepada pemegang saham
preferen sebesar $8.000.000, menyisakan laba yang menjadi hak pemegang saham
biasa, sebesar $227.000.000. Jika jumlah saham beredar 50 juta lembar, maka
Laba per Lembar saham (Earning per Share
–EPS) adalah $4,54.
|
Tabel 2-1
|
Alpha
Products income Statement, for the years ending Dec
31, 2003 & 2002 ($millions)
|
||
|
2003
|
2002
|
||
|
Net
Sales
|
$6,000.0
|
$5,700.0
|
|
|
Less:
Cost of Goods Sold
|
$3,600.0
|
$3,534.0
|
|
|
Gross
Profit
|
$2,400.0
|
$2,166.0
|
|
|
Less
:Operating Expenses
|
$1,832.4
|
$1,640.0
|
|
|
Operating
Profit (EBIT)
|
$567.6
|
$526.0
|
|
|
Less:
Interest
|
$176.0
|
$120.0
|
|
|
Net
Profit Before Taxes
|
$391.6
|
$406.0
|
|
|
Less:
Taxes(40%)
|
$156.6
|
$162.4
|
|
|
Net
Profit After Taxes
|
$235.0
|
$243.6
|
|
|
Less
Preferred Stock Dividend
|
$8.0
|
$8.0
|
|
|
Earning
available for commonstockholders
|
$227.0
|
$235.6
|
|
|
Earning
per Share (50,000,000 shares)
|
$4.54
|
$4.71
|
|
|
Dividend
per Share
|
$2.30
|
$2.12
|
|
B. Neraca
Neraca merupakan ringkasan posisi
kekayaan perusahaan pada saat tertentu. Neraca berisi asset/kekayaan yang
dimiliki perusahaan dan sumber dana untuk membiayai asset tersebut, yang
berasal dari pihak di luar perusahaan (disebut kewajiban/ liabilities) dan dari
pemegang saham perusahaan (disebut modal/equity).
Aset terdiri dari current
assets dan fixed assets. Pos-pos dalam current asset diharapkan
dapat dicairkan menjadi kas dalam satu tahun. Liabilities terdiri dari current
liabilities dan long term liabilities. Pos-pos dalam current
liabilities diharapkan dapat dibayar/jatuh tempo dalam satu tahun. Fixed
assets dan long term liabilities tetap berada dalam perusahaan untuk
lebih dari satu tahun. Modal adalah sumber dana yang berasal dari pemilik
perusahaan/pemegang saham dan memiliki umur tidak terbatas.
C. Laporan Perubahan Laba Ditahan
Laporan Perubahan Laba
Ditahan menunjukkan laba yang diperoleh perusahaan dan dividen yang dibayarkan
selama satu periode sehingga menyebabkan perubahan laba ditahan.
Tabel 2-3 adalah Laporan
Perubahan Laba Ditahan Alpha Products tahun 2003. Laba tahun berjalan sebesar $
235 (juta) menambah saldo Laba Ditahan awal tahun. Pembayaran dividen saham
preferen $8 (juta) dan saham biasa $115 (juta) mengurangi saldo Laba Ditahan.
Pada akhir tahun, saldo Laba Ditahan menjadi $ 1,532 (juta).
|
Tabel
2-3 :
|
Alpha
Products Statement of Retained Earning, Dec 31, 2003
($millions)
|
|||
|
|
||||
|
Retained
Earning Balance (Jan 1, 03)
|
$1,420
|
|||
|
Plus:
Net Profit After Taxes
|
(for
2003)
|
$235
|
||
|
Less
Cash Dividend :
|
||||
|
Preferred
Stock
|
$8
|
|||
|
Common
Stock
|
$115
|
|||
|
Total
Dividend Paid
|
($123)
|
|||
|
Retained
Earning Balance (Dec 31, 03)
|
$1,532
|
|||
D. Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas merupakan
ringkasan arus kas selama satu periode. Laporan ini menunjukkan perubahan arus
kas yang terjadi karena kegiatan operasi, investasi dan financial sehingga
posisi/saldo kas berubah.
Tabel 2-4 adalah Laporan
Arus Kas Alpha Products tahun 2003. Pada tahun berjalan perusahaan menghasilkan
kas dari kegiatan operasi sebesar ($5 juta). Kas yang berasal dari kegiatan
investasi ($ 460 juta) dan kas yang berasal dari kegiatan financing/ pendanaan
sebesar $325 juta. Dari sini terlihat bahwa perusahaan banyak menggunakan kas
sehingga terjadi penurunan kas (nilai kas minus). Kegiatan financing yang ada
tidak mencukupi dan tidak dapat menutup kebutuhan kas sehingga terjadi
penurunan kas (net decrease in cash and
marketable securities).
|
Tabel
2-4 :
|
Alpha
Products Statement of Cash Flows for 2003
($millions)
|
|
|
Operating
Activities :
|
||
|
Net Income
|
$235
|
|
|
Additions (Sources of Cash)
|
||
|
Depreciation
|
$200
|
|
|
Increase in Account Payables
|
$60
|
|
|
Increase in Accruals
|
$20
|
|
|
Subtractions (uses of Cash)
|
||
|
Increase in Account Receivables
|
($120)
|
|
|
Increase in Inventories
|
($400)
|
|
|
Net Cash Provided by Operating Activities
|
($5)
|
|
|
Investment
Activities :
|
||
|
Cash used to acquired fixed assets
|
($460)
|
|
|
Financing
Activities :
|
||
|
Increase in Notes Payable
|
$100
|
|
|
Increase in Bonds
|
$348
|
|
|
Dividend Payment
|
($123)
|
|
|
Net
Cash Provided by Financing Activities
|
$325
|
|
|
Net
Decrease in cash and marketable securities
|
($140)
|
|
3. Analisa Rasio Keuangan
1. Jenis Analisis Rasio Keuangan
Analisis laporan keuangan yang banyak digunakan adalah analisis
tentang rasio keuangan. Berdasarkan sumber analisis, rasio keuangan dapat
dibedakan menjadi :
a. Perbandingan Internal (Time Series Analysis) yaitu
membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode
lainnya.
b. Perbandingan Eksternal (Cross Sectional Approach) yaitu
membandingkan rasiorasio antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya
yang sejenis pada saat yang bersamaan atau membandingkannya dengan rasio
rata-rata industri pada saat yang sama.
Jenis rasio laporan keuangan, biasanya dikelompokkan ke dalam
empat kelompok rasio, (R. Agus Sartono, 1998), yaitu :
1). Liquidity Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban
keuangan jangka pendek tepat pada waktunya.
Liquidity Ratio yang umum digunakan antara lain :
a). Current Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan
likuiditas (solvabilitas jangka pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang
yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.
Formulasinya :
Current Ratio =
b). Quick Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan
perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva
lancar yang lebih likuid.
Formulasinya :
Quick Ratio =
2). Activity Ratio merupakan alat ukur sejauh mana
efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya - sumber dayanya. Rasio -
rasio ini antara lain:
a). Receivable Turn Over
Receivable turnover =
b). Periode Pengumpulan Piutang
Average collection period =
c) Inventory Turnover,
yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam
suatu periode tertentu. Formulasinya :
Inventory Turnover =
d) Average
days in inventory =
e) Total Assets Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara
keseluruhan. Formulasinya :
Total Assets Turnover =
3). Leverage Ratio yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar
perusahaan dibiayai dengan hutang..Rasio -rasio ini antara lain :
a). Debt To Total Assets Ratio, yaitu rasio yang menghitung
berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang. Formulasinya
:
Debt To Total Assets
Ratio =
b). Time Interest Earned Ratio, yaitu rasio untuk mengukur
seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan
keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga. Formulasinya
Time interest earned
ratio:=
4). Profitability Ratio yaitu rasio untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio
- rasio ini antara lain :
Gross profit margin =
Operating profit margin =
Net profit margin =
Return on assets =
Return on equity =
5) Market Value Ratios
a. Dividend payout ratio =
b. Dividend yield =
c. Earning per-share =
d. Price earning ratio =
e. Price book value ratio =
2. Evaluasi Rasio-rasio Keuangan
Evaluasi Rasio-rasio Keuangan
• Liquidity
Ratios
Current ratio Naik Membaik
Quick ratio Naik Membaik
Cash ratio Naik Membaik
• Leverage
Ratios
Debt to total assets ratio Naik
Memburuk
Debt to equity ratio Naik Memburuk
Long-term debt to equity
ratio Naik Memburuk
Time interest earned ratio
Naik Membaik
• Activity
Ratios
Receivable turnover Naik Membaik
Average collection period
Naik Memburuk
Inventory turnover Naik
Membaik
Average days in inventory
Naik Memburuk
Assets turnover Naik Membaik
• Profitability Ratios
Gross profit margin Naik Membaik
Operating profit margin Naik
Membaik
Net profit margin Naik Membaik
Return on assets Naik Membaik
Return on equity Naik Membaik
• Market Value Ratios
Dividend payout ratio Naik Mambaik
Dividend yield Naik Membaik
Earning per-share Naik Membaik
Price earning ratio Naik Memburuk
Price book value Naik Memburuk
Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
1. Perbedaan metode akuntansi yang dipakai untuk menyusun laporan
keuangan.
2. Penjualan perusahaan yang bersifat musiman.
3. Kesulitan untuk menentukan jenis industri apabila perusahaan
mempunyai berbagai lini produk.
4. Perusahaan dapat melakukan “window dressing”
c. Tugas
Belajar
Untuk memperdalam pemahaman
Anda mengenai materi di atas, silakan anda mengerjakan latihan berikut ini !
1)
Apa yang
dimaksud dengan laporan keuangan?
2)
Sebutkan jenis-jenis laporan
keuangan?
3)
Apa tujuan dilakukannya analisa rasio?
4)
Apa perbedaan antara analisa cross-section
dengan analisa time series?
5)
Sebutkan aspek-aspek yang
dilihat dalam analisa rasio?
6)
Apa perbedaan penggunaan
antara current ratio dengan quick ratio?
7)
Informasi tambahan lain apa
yang dibutuhkan dalam menilai Average Collection Period?
8)
Informasi tambahan lain apa
yang dibutuhkan dalam menilai Average Payment Period?
9. Laporan
keuangan P.T. Cincin Selogam untuk tahun 2004 dan 2005 diberikan sebagai
berikut:
|
Balance
Sheet
|
|
Income
Statement for 2005
|
|||
|
ASSETS
|
2004
|
2005
|
Sales
|
900
|
|
|
Cash
|
150
|
200
|
Cost
of goods sold
|
200
|
|
|
Accounts
receivable (Piutang)
|
300
|
600
|
Gross
margin
|
700
|
|
|
Inventory
|
700
|
600
|
Operating
expenses
|
||
|
Total
current assets
|
1,150
|
1,400
|
Selling
expense
|
100
|
|
|
|
|
|
Administrative
expenses
|
150
|
|
|
Plant
& Equipment
|
700
|
900
|
Depreciation
expenses
|
50
|
|
|
Less:
Accumulated Depreciation
|
(150)
|
(200)
|
Total
expenses
|
300
|
|
|
Net
fixed assets
|
550
|
700
|
Net
Income
|
400
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Long-term
investment
|
400
|
300
|
Statement
of Retained earnings
|
||
|
Total
assets
|
2,100
|
2,400
|
Saldo
awal retained earnings
|
400
|
|
|
|
|
|
Plus:
Net income 2005
|
400
|
|
|
LIABILITIES
& EQUITY
|
|
|
Jumlah
|
800
|
|
|
Accounts
payable (Hutang dagang)
|
400
|
800
|
Minus:
Dividend yang dibayarkan
|
200
|
|
|
Taxes
payable (Hutang pajak)
|
100
|
50
|
Retained
earnings 2005
|
600
|
|
|
|
500
|
850
|
|
|
|
|
|
|
|
Pertanyaan
Buatlah
laporan sumber dan penggunaan dana dalam arti uang kas,dan persentasenya
Tariklah
kesimpulan dari laporan diatas
|
||
|
Long-term
debt (Obligasi)
|
500
|
150
|
|||
|
|
|
|
|||
|
Total
Liabilities
|
|
|
|||
|
|
|
|
|||
|
Common
stock
|
700
|
800
|
|||
|
Retained
earnings
|
400
|
600
|
|||
|
Total
Equity
|
1,100
|
1,400
|
|||
|
|
|
|
|||
|
Total
liabilities & Equity
|
2,100
|
2,400
|
|||
|
|
|
|
|||
10. Sebuah
perusahaan memberikan data keuangan sebagai berikut:
Cash
$ 150
Net Income $ 150 Average collection period 30 hari
Fixed assets 1,460
Quick ratio 2.5 X
Return on equity
12 %
Sales 3,600 Current ratio 3.0 X
Struktur dana perusahaan tidak
memiliki preferred stock, hanya common equity, current liabilities, dan
long-term debt. Perhitungan menggunakan angka 360 untuk jumlah hari setahun.
Hitung besarnya piutang (accounts receivable), hutang lancar (current
liabilities), current assets, total assets, return on assets sebagai ratio net
income to total assets, common equity (modal pemilik), dan hutang jangka
panjang (long-term debt).
11. Untuk
analisa ratio keuangan berikut, isikan kolom ‘Trend’ apakah ratio keuangan
tersebut “Membaik” atau “Memburuk”. Isikan pula angka ROE (return on equity).
|
Financial
Ratio
|
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
Trend
|
|
Current
ratio
|
1.90
|
2.01
|
2.64
|
2.71
|
|
|
Receivable
turnover
|
12.05
|
12.31
|
12.42
|
12.45
|
|
|
Inventory
turn-over
|
15
x
|
16
x
|
17
x
|
18
x
|
|
|
Total
assets turn-over
|
2.71
|
2.78
|
2.91
|
3.13
|
|
|
Times
interest-earned
|
11.8
|
12.9
|
13.0
|
13.6
|
|
|
Average
Collection period
|
30.3
|
30.0
|
29.1
|
27.6
|
|
|
Fixed
asset turn over
|
5.47
|
5.21
|
5.03
|
4.80
|
|
|
Gross
profit margin
|
46.88%
|
46.00%
|
43%
|
40.9%
|
|
|
Net
profit margin
|
6%
|
7%
|
8%
|
8.5%
|
|
|
Total
asset to equity ratio
|
2.0
|
2.3
|
2.4
|
2.5
|
|
|
ROE
|
…….
|
……
|
…….
|
…….
|
|
12. Analisa
ratio keuangan berikut membandingkan kinerja keuangan PT X dengan peer groupnya
di industri yang sama. Isikan kolom ‘Kinerja PT X’ apakah ratio keuangannya
tersebut “Baik” atau “Buruk”. Isikan pula angka ROE (return on equity).
|
Ratio Keuangan
|
Kinerja
Tahun 2006
|
Kinerja
Keuangan PT X
|
|
|
PT
X
|
Industry
|
||
|
Current
ratio
|
1.71
|
2.51
|
|
|
Receivable
turnover
|
12.45
|
9.45
|
|
|
Inventory
turn-over
|
16
x
|
18
x
|
|
|
Total
assets turn-over
|
3.13
|
3.13
|
|
|
Times
interest-earned
|
7.6
|
10.6
|
|
|
Average
Collection period
|
27.6
|
27.6
|
|
|
Fixed
asset turn over
|
6.80
|
4.80
|
|
|
Gross
profit margin
|
40.9%
|
50.9%
|
|
|
Net
profit margin
|
8.5%
|
8.5%
|
|
|
Total
asset to equity ratio
|
2.5
|
1.5
|
|
|
ROE
|
…….
|
…….
|
|
13. Ringkasan
laporan keuangan PT Lautan Luas adalah sebagai berikut:
|
Neracan
(2005)
|
|
Laba
rugi (2005)
|
Hitung
ratio-ratio keuangan berikut
1. Current
ratio
2. Quick
ratio
3. Times
interest earned
4. Average
collection period
5. Inventory
turn-over
14.Operating
profit margin
15.Net
profit margin
16.Total
assets turn-over
17.Debt
equity ratio
18.Return
on assets
19.Return
on equity
|
||
|
Kas
|
8,000
|
|
Penjualan
(all credit)
|
112,000
|
|
|
Piutang
|
12,500
|
|
Harga
pokok penjualan
|
62,000
|
|
|
Persediaan
|
25,000
|
|
Laba
kotor
|
50,000
|
|
|
Aktiva
lancer
|
45,500
|
|
Biaya
operasi
|
38,000
|
|
|
Aktiva
tetap bersih
|
60,000
|
|
EBIT
|
12,000
|
|
|
Total
Aktiva
|
105,500
|
|
Biaya
bunga
|
4,000
|
|
|
|
|
|
Laba
sebelum pajak
|
8,000
|
|
|
Hutang
dagang
|
10,500
|
|
Pajak
30%
|
2,400
|
|
|
Biaya
yg hrs dibayar
|
12,000
|
|
Laba
bersih
|
5,600
|
|
|
Hutang
lancer
|
22,500
|
|
|
|
|
|
Hutang
jk panjang
|
28,000
|
|
|
|
|
|
Saham
biasa
|
20,000
|
|
|
|
|
|
Laba
ditahan
|
35,000
|
|
|
|
|
|
|
105,500
|
|
|
|
|
Tugas belajar 2
Pilih salah satu jawaban yang paling tepat dari beberapa
alternatif jawaban yang disediakan !
1) Laporan tahunan yang dikeluarkan perusahaan kepada
masyarakat/investor pada umumnya sebagai berikut KECUALI :
A. Cash Budget
B. Income Statement
C. Statement of Cashflow
D. Statement of Retained Earning
2) PT R2BD memiliki operating profit $200,000, Pajak $34,000,
Biaya Bunga $68,000 dan dividen saham preferen $10,000. Net Profit After Taxes
adalah:
A.
$166,000
B.
$132,000
C.
$98,000
D.
$88,000
3. Analisa …………….dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan
perusahaan berbeda pada waktu yang sama.
A.
Time-series
B.
Cross-Sectional
C.
Marginal
D.
Quantitative
4.
Rasio…………..mengukur
efektifitas penggunaan asset untuk menghasilkan pendapatan.
A.
Likuiditas
B.
Aktifitas
C.
Hutang
D.
Profitabilitas
5.
PT R2BD memberikan credit
term 60 hari kepada pelanggannya. ACP akan termasuk buruk jika pelanggan
membayar dalam :
A.
30 hari
B.
40 hari
C.
61 hari
D.
80 hari
6.
Jika perusahaan memiliki
TATO lebih rendah dari industri, sedangkan Current Ratio berada disekitar
industri, maka perusahaan dikatakan memiliki kelebihan :
A.
Fixed Asset
B.
Current Asset
C.
Inventory
D.
Account Receivable
7.
Laporan keuangan yang menunjukkan harta
perusahaan pada suatu saat adalah:
A.
Income Statement
B.
Balance Sheet
C.
Statement of Cshflow
D.
Statement of Retained Earning
Langganan:
Komentar (Atom)


