kunang-kunang

NAMA KELOMPOK AKUTANSI 1
1. PANDE
KADEK ARI SUTA DEWI
2. NI
WAYAN VERA YANTI
3. NI KADEK JUNIASIHARTINI
4 NI NYOMAN SUKARNI
SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN TEKNOLOGI DAN INPORMASI
2011/2012
Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa ( Ide Sanghyang Widhi Wasa ) karena
atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat membuat makalah yang
berjudul “SENI BATIK” dengan baik dan mendekati sempurna.
Makalah ini di buat dengan bentuk se’sederhana
mungkin untuk dapat di mengerti oleh para pembaca makalah ini, dan dapat
diserapi akan ilmu pengetahuan yang tersirat di dalam makalah ini.
Kami
menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan – kekurangan yang ada dalam
makalah ini, oleh dari pada itu kami mengharap setidaknya saran maupun kritik
dari anda para pembaca makalah ini, demi terciptanya makalah yang lebih baik di
masa yang akan datang.
Daftar Isi
Kata
Pengantar ………………………………………………………………………I
Daftar
Isi ……………………………………………………………………………II
Bab
I……………………………………………………………………………… ..III
Pendahuluan…………………………………………………………………………III
1.1
Latar Belakang
………………………………………………………… ……III
1.2
Tujuan ……………………………………………………………...…..
……IV
Bab
II ……………………………………………………………………………….V
PEMBAHASAN……………………………………………………..….……..V
- 1 Sejarah teknik batik
- 2 Budaya batik
- 3 Cara pembuatan
- 4 Jenis batik
- 5 Motif Batik berdasarkan daerah asal
- 6 Lihat pula
- 6 Referensi
- 7 Pranala luar
Bab
III
Simpulan ………………………………………………………………...VI
Saran ………………………………………………………………………VII
Penutup……………………………………………………………………VI
1 Latar Belakang
Dalam
pembuatan makalah ini kami mempunyai latar belakang, Mengapa kami membuat
makalah yang berkaitan dengan seni rupa, dan latar belakang kami adalah sebagai
berikut :
·
Karena kami ingin membuat media
sebagai bahan belajar khususnya seni rupa yang dapat digunakan dikalangan
pelajar maupun dikalangan umum.
·
Karena kami juga dapat mengasah
ketrampilan belajar dalam prosedur pembuatan makalah yang baik dan tepat urutan
– urutannya.
·
Karena seni rupa merupakan kumpulan
kreatifitas yang di miliki oleh bangsa indoneseia.
1.2 Tujuan
Apapun tujuan kami dalam pembuatan makalah ini, dan diantaranya adalah sebagai
berikut :
·
Agar seni rupa dapat selalu
berkembang / tidak mudah terlupakan oleh kalangan remaja.
·
Untuk mengangkat kesenian indonesia
ke ajang Go Internasional dan di segani oleh negara lain dan untuk membuat
masyarakat kreatip,,berkembang..dalam pola piker maupun sdmny
BAB
V
PEMBAHASAN
Pengertian seni batik
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu
batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam
untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur
internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian
kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk
penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia,
sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan
Nonbendawi
Kata "batik" berasal dari
gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan
"titik" yang bermakna "titik".

Sejarah teknik batik
Seni pewarnaan kain dengan teknik
perintang pewarnaan menggunakan malam
adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah
dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk
membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok
semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara
(645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria,
serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2].
Di Indonesia,
batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer
akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik
tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I
atau sekitar tahun 1920-an.[3]
Walaupun kata "batik"
berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat.
G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari
India
atau Srilangka
pada abad ke-6 atau ke-7. [2]Di
sisi lain,J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia)
percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera,
dan Papua.
Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh
Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.[4]
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa
pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri,
Jawa Timur.
Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan
alat canting,
sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4]
Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita,
arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian
menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola
batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa
membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting
telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu
abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim
yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud
untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola
40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu,
dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan
pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan
kecewa.[5]
Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai
batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik
ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris
di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel
memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke
Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa
keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan
seniman.[2]
Semenjak industrialisasi dan
globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul,
dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang
diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan
malam disebut batik tulis. Pada saat
yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya
juga membawa batik bersama mereka.
Budaya
batik
Pahlawan wanita R.A. Kartini
dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah
pola untuk para bangsawanBatik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi
dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.
Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam
membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik
adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap"
yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa
pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis
maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana
di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya
merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat
dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat
menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik
tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton
Yogyakarta
dan Surakarta.
Corak
batik
Ragam corak dan warna Batik
dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak
dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan
tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para
pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti
merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa
penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak
bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga
benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga
warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap
mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena
biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Cara pembuatan
Semula
batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori.
Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester,
rayon
dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang
dinamakan canting
untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin
meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian
dicelup dengan warna
yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian
dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa
kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia
untuk melarutkan lilin
Jenis batik
Menurut
teknik
- Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.

- Batik cap
adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk
dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga).
Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.

BATIK LUKIS
- Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih

- Menurut asal pembuatan
Batik Jawa

batik Jawa adalah sebuah warisan
kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa
dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda.
Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna,
maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka
dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu
dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut
dengan batik Solo.
Batik Tiga
Negeri
Batik Jawa
Hokokai 1942-1945
Batik
Buketan asal Pekalongan dengan desain pengaruh Eropa
Batik
Buketan,,,,Batik Lasem
Motif
Batik berdasarkan daerah asal
- Batik Bali
- Batik Banyumas
- Batik Madura
- Batik Malang
- Batik Pekalongan
- Batik Solo
- Batik Tasik
- Batik Aceh
- Batik Cirebon
- Batik Jombang
- Batik Banten
- Batik Tulungagung
- Batik Kediri
- Batik Kudus
- Batik Jepara / Batik Kartini
Lihat pula
Batik Cirebon bermotif mahluk laut

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai
saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh
Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.Batik
dipakai untuk membungkus seluruh tubuh
oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang
di keraton jawa.
BAB III
SIMPULAN
Pada Makalah ini kami simpulkan
beberapa inti pokok dari pembahasan Makalah
Setiap manusia
mempunyai jiwa seni masing – masing yang berbeda. Memang tidak mudah untuk
meguasai semua seni yang ada, termasuk seni batik. Tapi tidak ada salahnya jika
mempelajari semua seni. Dalam penyusunan makalah kami mempelajari bagaiman cara menguasai seni batik. Tidak ada yang tidak bisa jika bersungguh
– sungguh untuk melakukannya.
2.Saran dan Kritik
-
Janganlah sungkan
– sungkan untuk belajar seni apapun,
-
Tidak ada yang sulit dalam seni,
jika bisa menjiwai seni itu sendiri.
-
Kembangkan bakat seni yang ada pada
diri.
PENUTUP
penyusunan makalah kami masih banyak
kekurangan dan kekeliruan,untuk itu kami mohon maaf,dan kami juga minta partisipasi
dari segala pihak,utuk memberi kritik dan saran,agar kami bisa berhasil menyusun
makalah kami denagan baik dan benar,mohon
maaf bila ada salah kata atau salah ketik,karna
kami masih banyak kekurangan
sekian ,,, terimakasih..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar